BWI.GO.ID – Badan Wakaf Indonesia mendukung Gerakan wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) dan berharap dapat berkembang menjadi salah satu episentrum wakaf nasional. BWI menilai UII memiliki potensi besar untuk memajukan inovasi wakaf di Indonesia berkat ekosistem lengkap yang dimilikinya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua BWI Pusat, Dr. KH. Tatang Astaruddin, M.Si., dalam acara Talkshow dan Peluncuran Wakaf Uang UII di Yogyakarta, Selasa (5/8/2025).
“Kami berharap besar, UII bisa menjadi episentrum gerakan wakaf di Jogjakarta dan di Indonesia secara umum,” tegas Tatang Astarudin.
Fondasi Historis dan Potensi Modern
Menurut Tatang, kekuatan UII tidak hanya terletak pada infrastruktur modern, tetapi juga pada akar sejarahnya. Ia menekankan bahwa para pendiri universitas telah menjadikan wakaf sebagai fondasi perjuangan dan titik berangkat UII sejak awal.
“Jejak historis UII sangat kuat sekali hubungannya dengan wakaf. Ini adalah modal spiritual yang luar biasa,” jelasnya.
Selain itu, sebagai lembaga pendidikan terkemuka, UII menjadi pusat berkumpulnya kelompok terdidik dan kelas menengah. Kelompok ini memiliki tiga keunggulan strategis: daya beli tinggi, kesadaran spiritualitas yang baik, dan penguasaan teknologi digital (digital savvy). Ketiga hal ini adalah komponen krusial untuk akselerasi gerakan wakaf di era digital.
Tiga Pilar Kekuatan Ekosistem Wakaf UII
Tatang Astarudin memaparkan lebih lanjut mengenai kelengkapan ekosistem yang menjadi keunggulan utama gerakan wakaf UII.
Pertama, kekuatan sumber daya manusia yang masif. UII memiliki lebih dari 26.000 mahasiswa aktif, jaringan 140.000 alumni yang solid, serta lebih dari 1.000 dosen dan staf yang dapat menjadi wakif (pemberi wakaf) sekaligus penggerak program.
Kedua, infrastruktur keuangan yang siap pakai. UII telah memiliki Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang secara resmi terdaftar sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), mempermudah proses penghimpunan wakaf uang secara legal dan profesional.
Ketiga, aset produktif yang beragam. UII ditopang oleh berbagai unit usaha yang sudah berjalan, mulai dari Rumah Sakit, Apotek, Hotel, SPBU, hingga pusat pelatihan. Aset-aset ini dapat menjadi objek pengembangan wakaf produktif yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Langkah Konkret Menuju Pusat Wakaf Nasional
Dengan peluncuran program wakaf uang ini, UII secara resmi memulai langkah strategisnya. BWI optimis bahwa dengan fondasi historis, sumber daya manusia yang unggul, dan ekosistem bisnis yang lengkap, gerakan wakaf UII dapat menjadi contoh bagi lembaga lain di Indonesia.
“UII memiliki semua elemen pendukung yang tidak dimiliki lembaga lain. Ini adalah momentum yang tepat untuk mengoptimalkan potensi tersebut demi kemaslahatan umat yang lebih luas,” tutupnya. (KAN)
![]()

Sukses Terus Badan Wakaf Indonesia