BerandaBeritaBerita WakafKetua BWI Dorong Jakarta Jadi Model Percontohan Kota Wakaf Uang Nasional

Ketua BWI Dorong Jakarta Jadi Model Percontohan Kota Wakaf Uang Nasional

-

BWI.go.id – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, mendorong DKI Jakarta untuk mengambil peran strategis sebagai salah satu percontohan kota wakaf uang di Indonesia. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki ibu kota dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dan solusi inovatif untuk mengatasi kemiskinan.

Dorongan ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran Gerakan Jakarta Berwakaf yang digagas oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3/2026).

Apresiasi atas Implementasi Program Prioritas Nasional

Sebagai Ketua BWI, Prof. Kamaruddin Amin memberikan apresiasi tinggi kepada Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang telah mengimplementasikan salah satu program prioritas nasional, yaitu pemberdayaan ekonomi umat melalui gerakan wakaf uang.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada teman-teman Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang telah melaksanakan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Hari ini kita melaunching Gerakan Wakaf Uang yang potensinya sangat besar,” ujar Kamaruddin Amin.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mengoptimalkan potensi wakaf yang sesungguhnya di tengah masyarakat. “Kedepan kita berharap Jakarta bisa menjadi salah satu kota wakaf sehingga dapat menjadi model dan contoh bagi gerakan wakaf di Indonesia,” tambahnya.

Potensi Besar untuk Entaskan Kemiskinan

Prof. Kamaruddin menjelaskan bahwa gerakan wakaf uang yang terus digalakkan BWI bersama Kementerian Agama telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebagai bukti awal, dana wakaf yang berhasil dihimpun di lingkungan Kanwil Kemenag DKI dalam gerakan ini telah mencapai lebih dari Rp 600 juta.

Menurutnya, angka ini akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran kolektif. Ia membandingkan dengan daerah lain seperti Jawa Timur yang telah berhasil menghimpun dana wakaf hingga lebih dari Rp17 miliar, sebagai bukti bahwa potensi tersebut nyata.

“Kita ingin mengajak seluruh warga bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersama-sama berwakaf agar kita bisa berkontribusi dalam menuntaskan kemiskinan di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Libatkan Seluruh Elemen, dari ASN hingga Calon Pengantin

Untuk menjadikan Jakarta Kota Wakaf Uang, Prof. Kamaruddin menekankan perlunya keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Gerakan ini tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga lembaga pendidikan, pesantren, hingga masyarakat luas.

Ia bahkan menyoroti inovasi wakaf yang menyasar segmen spesifik untuk menumbuhkan budaya berderma sejak dini.

“Bahkan calon pengantin kita harapkan bisa ikut berwakaf, supaya cintanya abadi sebagaimana wakaf. Begitu juga siswa-siswi madrasah, pondok pesantren, dan ASN bisa bersama-sama berwakaf,” jelasnya.

Dengan adanya kesadaran kolektif dan partisipasi luas, ia yakin Jakarta Kota Wakaf Uang tidak hanya akan berhasil, tetapi juga bisa melampaui pencapaian daerah lain dan menjadi inspirasi bagi gerakan wakaf nasional. (Kanwil Kemenag DKI)

Loading

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru