BerandaBeritaBerita WakafBWI Gandeng UNP Kembangkan Dana Abadi Wakaf, Target 2029 Mandiri Biaya Pendidikan

BWI Gandeng UNP Kembangkan Dana Abadi Wakaf, Target 2029 Mandiri Biaya Pendidikan

-

BWI.GO.ID – Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Universitas Negeri Padang (UNP) menandatangani kerja sama pengelolaan dana abadi melalui skema Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi wakaf uang untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Badan Pelaksana BWI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, dan Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., di Kampus UNP, Sumatera Barat.

Dana Abadi Wakaf untuk Pendidikan Berkelanjutan

Sebagai institusi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UNP berkomitmen mencapai kemandirian finansial pada 2029. Wakaf uang menjadi salah satu sumber pendanaan prioritas untuk beasiswa dan pengembangan kampus. Dengan potensi penghimpunan hingga Rp10,9 miliar per tahun dari dosen, alumni, mahasiswa, dan masyarakat, UNP menargetkan sebagian besar kebutuhan beasiswa dipenuhi dari hasil investasi wakaf.

“Semakin banyak kita berwakaf, semakin banyak kita membahagiakan orang lain. Di sanalah kebahagiaan yang kita rasakan,” ujar Krismadinata.

Untuk memudahkan donasi, UNP telah meluncurkan platform digital di https://wakaf.unp.ac.id/ , memungkinkan masyarakat berkontribusi secara transparan dan real-time.

Potensi Wakaf Uang Nasional Capai Rp180 T, Baru Terserap Rp3 T

BWI menyambut baik inisiatif UNP sebagai langkah strategis memajukan ekosistem wakaf di Indonesia. Dengan jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 2 juta jiwa dan 10 juta jiwa di bawah garis kemiskinan, wakaf produktif dinilai menjadi solusi distribusi kekayaan yang inklusif.

“UNP menjadi contoh perguruan tinggi yang mengintegrasikan wakaf dalam visi pembangunan pendidikan. Kami optimistis Sumatera Barat akan menjadi pusat pertumbuhan wakaf nasional karena masyarakatnya religius dan Kota Padang ditetapkan sebagai Kota Wakaf bersama lima daerah lainnya,” kata Kamaruddin Amin.

Wakaf Produktif: Wakaf Mart dan Budi Daya Ikan Nila

Sejalan dengan peluncuran Gerakan Wakaf UNP, BWI Perwakilan Sumatera Barat juga mengembangkan proyek wakaf produktif di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Wakaf Mart, yang didanai dari dana wakaf, menyediakan kebutuhan harian dengan operasional dibiayai infaq dan sedekah jamaah.

Selain itu, budi daya ikan nila menjadi inovasi edukatif dan rekreasi keluarga. Pengunjung dapat memberikan makan ikan dengan membeli pakan senilai Rp2.000, sementara hasil panen setiap empat bulan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pondok pesantren. “Proyek ini menjadi model wakaf berbasis masjid yang bisa direplikasi,” jelas Sekretaris BWI Perwakilan Sumbar, H. Yufrizal, S.Ag, M.H.I.

Kolaborasi BWI dan UNP dinilai sebagai langkah awal mengakselerasi penghimpunan wakaf nasional. Dengan potensi Rp180 triliun yang belum terealisasi, gerakan ini diharapkan memperkuat peran wakaf dalam pemerataan akses pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

“Langkah produktif ini adalah awal dari seribu langkah menuju perwakafan yang memberikan dampak nyata bagi bangsa,” tegas Kamaruddin Amin.

Dengan integrasi teknologi, transparansi, dan partisipasi masyarakat, UNP dan BWI membuka peluang baru bagi wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial di Indonesia.

 

Loading

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru