Populernya wakaf di Indonesia dapat dirasakan juga oleh masyarakat internasional terkhusus kawasan Asia. Badan Wakaf Indonesia menerima kunjungan dari University Islam Sultan Sharif Ali Islamic (UNNISA) Brunei Darussalam untuk berdiskusi tentang kajian model perwakafan di Indonesia. Jakarta, Senin (07/07/2025).
Dr Hjh Mas Nooraini binti Hj Mohiddin selaku Direktur Pusat Penyelidikan Mazhab Syafi’i UNNISA, menjelaskan maksud dan tujuan dari kunjungan tersebut. “ Saya berterima kasih kepada Badan Wakaf Indonesia yang sudah menyambut hangat kedatangan kami kesini. Tujuan kedatangan kami ke Indonesia adalah mendapatkan perspektif tentang wakaf yang sudah berjalan serta diimplementasikan untuk tujuan penelitian”, paparnya.
Badan Wakaf Indonesia antusias dengan kedatangan para tim peneliti dari UNNISA Brunei Darussalam. H. Anas Nasikhin, M.Si sebagai Sekertaris Badan Pelaksana BWI menjelaskan pengembangan serta adaptasi dalam penelitian dapat dilakukan, karena adanya relevansi konteks dan sumber kajian. “Undang-Undang wakaf yang berlaku di Indonesia berasal dari kajian mazhab fiqih yang berhasil menghasilkan regulasi terkait wakaf. Kesamaan terhadap kajian sumber mazhab, jadi sebuah aspek pendorong keberlanjutan penelitian demi inovasi wakaf di Brunei Darussalam”, jelasnya.
Kemudian, pemaparan mengenai profil, tujuan, dan hasil pelaksanaan wakaf nasional menjadi interest bagi tim peneliti yang dipandu oleh drh. Emmy Hamidiyah, M.Si selaku Wakil Sekertaris Badan Pelaksana. Tanya jawab yang dilakukan peneliti dan pemateri adalah sebuah bentuk dari hangatnya diskusi lintas internasional tersebut.
Hal sukar dalam memajukan perwakafan pada skala negara adalah literasi, agar pesan tersampaikan tepat sasaran perlu adanya sosialisasi secara masif. “Solusi untuk menyelesaikan tantangan literasi wakaf adalah terus menginformasikan perihal wakaf melalui platform digital. Dengan melaporkan pengelolaan wakaf yang dapat dilihat secara real time adalah sebuah cara mendapatkan kepercayaan dari masyarakat”, ujar Emmy Hamidiyah.
Ketua Program Lepas Ijazah UNISSA, Dr Cecep Soleh Kurniawan berharap hasil penelitian wakaf Indonesia ini jadi langkah untuk memajukan perwakafan Brunei Darussalam. “ Kajian model wakaf Indonesia semoga dapat diadaptasikan. Begitu juga kami harap dapat merekonstruksi Undang-Undang wakaf di Brunei”, tutupnya
Penulis : Tobroni
Editor : Tim HUSOLI
![]()
