BWI Gelar Wakaf Goes to Pesantren di Ponpes Cipasung

0
14

Ratusan pesantren yang berada di wilayah priangan timur meliputi kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis hadiri kegiatan Waqf Goes to Pesantren (WGTP) putaran ke II yang diadakan Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Pondok Pesantren Cipasung dan Yayasan Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung di Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Rabu (28/5/2025).

Kegiatan ini di inisiasi Divisi Humas, Sosialisasi dan Literasi Badan Wakaf Indonesia guna menjalankan program tahunnanya.

Dalam kesempatan itu,  BWI mengungkapkan betapa besarnya potensi wakaf di pesantren yang memiliki jutaan santri, sehingga mereka menjadi episentrum gerakan perwakafan nasional.

Wakil Ketua BWI, KH Tatang Astarudin mengatakan, kegiatan wakaf masuk ke pesantren-pesantren, karena BWI ingin mengulang kesuksesan pemberdayaan masyarakat pada sekitar tahun 1980-an yang melibatkan pesantren-pesantren.

“Wakaf ini potensi besar dan pesantren adalah salah satu episentrum gerakan perwakafan nasional,” kata Kiai Tatang pada acara WGTP bertema Menggerakkan Wakaf Uang Untuk Kemajuan dan Kemandirian Pesantren di Pondok Pesantren Cipasung, Rabu (28/5/2025)

Menurut Wakil Ketua BWI, menggerakkan pesantren sebuah langkah strategis untuk menggerakkan kembali daerah, terutama berkaitan dengan fundraising perwakafan. Karena pesantren sendiri adalah wakaf, tempatnya wakaf..

Melalui kegiatan WGTP, Kiai Tatang berharap dapat semakin menguatkan dan menyadarkan gerakan wakaf yang potensinya besar di pesantren.

Ia mengungkapkan bahwa di Indonesia ada sekitar 42.000 pesantren, bahkan jumlahnya lebih. Artinya pesantren memiliki potensi wakaf yang besar. Selain itu, ada 8 juta santri di seluruh Indonesia ditambah jumlah alumni pesantren yang jumlahnya sangat banyak.

“Sebut saja sebanyak satu juta santri atau alumni pesantren berwakaf Rp 1 juta dalam sebulan, maka bisa sampai Rp 1 triliun per bulan, dalam setahun Rp 12 triliun,” ujar Kiai Tatang.

Melihat potensi tersebut, BWI mengatakan bahwa tugas yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana menggerakkan potensi wakaf di pesantren. Serta bagaimana melakukan penyadaran dan membangkitkan gerakan wakaf.

“Karena konsep wakaf di pesantren sudah selesai tinggal hari ini gerakannya infrastrukturnya sistemnya yang memudahkan pesantren melakukan gerakan wakaf,” ujarnya.

Selain Ratusan pondok pesantren yang hadir dalam  acara WGTP, turut hadir puluhan ormas keagamaan, pemerintah daerah serta belasan perguruan tinggi yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Editor : Tim Humas

Loading

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini